Sukma dan Imajinasinya
Dunia anak-anak adalah dunia penuh imajinasi. Apa pun yang dilihat dan didengar, film, buku, sekolah, apa pun deh, bisa jadi bahan untuk berimajinasi. Buat Sukma, benda apa pun bisa menjadi benda yang berbeda. Sukma pernah mengimajinasikan setrika sebagai stetoskop untuk memeriksa bonekanya yang katanya lagi sakit. Semua bonekanya punya nama, dan setiap hari dia selalu berimajinasi bahwa mereka hidup, sakit, nangis, makan, tidur, dll.
Setiap pulang sekolah, dia selalu mengajak aku, bapaknya dan neneknya main sekolah-sekolahan. Dia yang berperan jadi guru, dan kami semua jadi murid-muridnya. So, jadilah kami bertiga menari dan bernyanyi dengan dikomandani Sukma.

Akhir-akhir ini dia selalu berimajinasi menjadi seorang putri atau peri. Karena rambutnya pendek, dia minta mukenanya dipasang di rambut shg menyerupai rambut panjang. Kalo lagi berimajinasi jadi peri, dia ambil lidi dan diimajinasikan sbg bintang, lucuuuu banget. Akhirnya kemaren aku belikan bintang dan mahkota buat melengkapi imajinasinya. Wah, heboh banget dia, setiap hari dia "menyihir" kami jadi apa aja.

Satu lagi, karena setiap hari dia lihat aku dandan sebelum berangkat kerja, dia heboh minta didandanin, pake alis, lipstik, bahkan dia warnai kuku jari tangan dan kakinya dengan spidol merah. Kalo ditanyain, dia bilang mau jadi penyanyi kayak di TV. Gubrak!!!




1 Comments:
Hai, Jeng!
Salam kenal yaaa!
Aku juga dari Smg, tp kepepet cari rezeki di Jkt. ;)
Sukma nggemesin buangeeet deh!
Pasti rame kl ktemu Alma & Mbak Sarah. :)
Post a Comment
<< Home